Selasa, 02 Desember 2014

STRATIFIKASI SOSIAL DAN DIFERENSIASI SOSIAL


MAKALAH
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

TENTANG
STRATIFIKASI SOSIAL DAN DIFERENSIASI SOSIAL




DOSEN PENGAMPU :
Ust. Yusdi Andra.Mpd




















DISUSUN OLEH KELOMPOK:
Wahyu Dian Pramana
Khabib Soleh

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AHSANTA JAMBI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2014

KATA PENGANTAR

Bismillahirohmanirrohim
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Puji syukur kita panjatkan kehairat Allah yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hiayahNya, sehingga makalah Ilmu sosial dan budaya dasar ini dapat tersusun dengan baik, Makalah ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD). Kami sampaikan terimakasih kepada dosen dan semua pihak yang senantiasa membantu demi kelancran makalah ini . kami menyadari bahwa makalah ini sangat sederhana dan belum sempurna . oleh karena itu kritik dan saran dari pihak manapun senantiasa akan kami terima  untuk menjadikan makalah ini sesuai dengan harapan. semoga makalah ini mendapat perhatian dan bermanfaat bagi mahasiswa dan pembaca pada umumnya.

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabaroktuh.



Jambi, 09 November 2014

Penulis




BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan sosial kita sering mendapati berbagai masalah yang berhubungan dengan perkembangan individual, keluarga dan masyarakat, misalnya walaupun di Bali dewasa ini kasta-kasta tersebut keadaannya berbeda dengan keadaan dua puluh tahun yang lalu, dengan keadan dewasa ini. Nilai-nilai masyarakat tertentu sepuluh tahu yang alu, berbeda dengan nilai-nilai yang ada sekarang atau contoh lainnya dari segi tempat tinggal suatu masyarakat. Walaupun sama-sama dinamakan orang Indonesia namun masyarakat Batak yang tinggal di Sumatera Utara berbeda dengan masyarakat Minang yang tinggal Sumatera Barat.
 Adapun contoh-contoh diatas adalah merupakan sebagian kecil dari masalah yang kita temui dalam kehidupan sosial. Sesungguhnya kita harus bisa mengembangkan sikap dan prilaku sesorang menjadi kritis dalam menghadapi perbedaan serta beragam aspek masalah yang timbul didalam masyarakat.
               
1.2       Rumusan Masalah
a.    Apakah perbedaan antara diferensi sosial dan statifikasi sosial ?
b.    Apa saja contoh diferensi sosial?
c.    Apa saja contoh statifikasi sosial ?

1.3       Tujuan Penulisan
          Adapun tujuan kami menuliskan makalah ini yang pertama  adalah untuk memenuhi tugas kami dalam mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD), yang kedua untuk menambah pengetahuan kepada kita tentang Diferensiasi Sosial dan Stratifikasi Sosial




BAB II
PEMBAHASAN
Diferensiasi Sosial dan Stratifikasi Sosial.

2.1         DIFERENSIASI SOSIAL
Diferensiasi adalah klasifikasi terhadap perbedaan-perbedaan yang biasanya sama.Pengertian sama disini menunjukkan pada penggolongan atau klasifikasi masyarakat secara horisontal, mendatar, atau sejajar. Asumsinya adalah tidak ada golongan daripembagian tersebut yang lebih tinggi daripada golongan lainnya..Pengelompokanhorisontal yang didasarkan pada perbedaan ras, etnis (sukubangsa), klan dan agamadisebut kemajemukan sosial, sedangkan pengelompokan berasarkan perbedaan profesidan jenis kelamin disebut heterogenitas social
 Pada intinya hal-hal yang terdapat dalam diferensiasi itu tidak terdapat tingkatan-tingkatan, namun yang membedakan satu individu dengan individu yang lainnya adalahsesuatu yang biasanya telah ia bawa sejak lahir. contohnya saja, suku sunda dan sukubatak memiliki kelebihan masing-masing. jadi seseorang tidak bisa menganggap sukubangsanya lebih baik, karena itu akan menimbulkan etnosentrisme dalam masyarakat.diferensiasi merupakan perbedaan yang dapat kita lihat dan kita rasakan dalammasyarakat, bukan untuk menjadikan kita berbeda tingkat sosialnya seperti yang terjadidi Afrika Selatan.
Untuk lebih jelasnya perhatikan skema di bawah ini :Diferensiasi sosial ditandai dengan adanya perbedaan berdasarkan ciri-ciri sebagaiberikut:

a.    Ciri Fisik   Diferensiasi ini terjadi karena perbedaan ciri-ciri tertentu.Misalnya : warna kulit, bentuk mata, rambut, hidung, muka, dsb.
b.    Ciri Sosial   Diferensiasi sosial ini muncul karena perbedaan pekerjaan yang menimbulkan carapandang dan pola perilaku dalam masyarakat berbeda. Termasuk didalam kategori iniadalah perbedaan peranan, prestise dan kekuasaan.Contohnya : pola perilaku seorang perawat akan berbeda dengan seorang karyawankantor.
c.    Ciri Budaya   Diferensiasi budaya berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakatmenyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi atau kepercayaan, sistemkekeluargaan, keuletan dan ketangguhan (etos). Hasil dari nilai-nilai yang dianut suatumasyarakat dapat kita lihat dari bahasa,kesenian, arsitektur, pakaian adat, agama, dsb.
Pengelompokan masyarakat membentuk delapan criteria diferensiasi social, antara lain:

1.DiferensiasiRas
       Ras adalah suatu kelompok manusia yang memiliki cirri-ciri fisik bawaan yang sama.Diperensiasi ras adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan ciri-ciri fisiknya.
2. Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis)
      
Apa yang dimaksud dengan suku bangsa atau etnis itu ? Menurut Hassan Shadily MA, suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis. Diferensiasi suku bangsa merupakan penggologan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang sama, seperti ras. Namun suku bangsa memiliki ciri-ciri paling mendasar yang lain, yaitu adanya kesamaan budaya. Suku bangsa memiliki kesamaan berikut :
·         Ciri fisik
·         Bahasa daerah
·         Kesenian
·         Adat istiadat
Suku bangsa yang ada di Indonesia antara lain :
-
di Pulau Sumatera
:
Aceh, Batak, Minangkabau, Bengkulu, Jambi, Palembang, Melayu, dsb
-
di Pulau Jawa
:
Sunda, Jawa, Tengger, dsb
-
di Pulau Kalimantan
:
Dayak, Banjar, dsb
-
di Pulau Sulawesi
:
Bugis, Makasar, Toraja, Minahasa, Toli-toli, Bolaang-Mangondow, Gorontalo,dsb
-
di Kep. Nusa Tenggara
:
Bali, Bima, Lombok, Flores, Timor, Rote, dsb
-
di Kep. Maluku dan Irian
:
Ternate, Tidore, Dani, Asmat, dsb
Bagaimana dengan Anda ? Termasuk suku bangsa yang mana ? Apapun suku bangsa Anda tidak masalah. Yang penting kita semua adalah warga negara Indonesia yang baik. Perbedaan kita hanya perbedaan fisik semata, masih ingat bahwa perbedaan itu indah ?

3. Diferensiasi Klen (Clan)  Klen / kerabat luas / keluarga besar.
Klen merupakan kesatuan keturunan (genealogis),kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adapt (tradisi). Klen adalah systemsocial berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang sama umumnya terjadi dimasyarakat unilateral baik melalui garis ayah (patrilineal) atau ibu (matrilineal).
Klen (Clan) sering juga disebut kerabat luas atau keluarga besar. Klen merupakan kesatuan keturunan (genealogis), kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adat (tradisi). Klen adalah sistem sosial yang berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang sama umumnya terjadi pada masyarakat unilateral baik melalui garis ayah (patrilineal) maupun garis ibu (matrilineal).
Klen atas dasar garis keturunan ayah (patrilineal) antara lain terdapat pada:
a)    Masyarakat Batak (dengan sebutan Marga) antara lain :
·         Marga Batak Karo  : Ginting, Sembiring, Singarimbun, Barus,
Tambun, Paranginangin;
·         Marga Batak Toba: Nababan, Simatupang, Panggabean;
·         Marga Batak Mandailing: Harahap, Rangkuti, Nasution,
Batubara,Daulay.
b)    Masyarakat Minahasa (klennya disebut Fam) antara lain :
·         Mandagi
·         Lasut
·         Tombokan
·         Pangkarego
·         Paat
·         Supit.
c)    Masyarakat Ambon (klennya disebut Fam) antara lain :
·         Pattinasarani
·         Latuconsina
·         Lotul
·         Manuhutu
·         Goeslaw
d)    Masyarakat Flores (klennya disebut Fam) antara lain :
·         Fernandes
·         Wangge
·         Da Costa
·         Leimena
·         Kleden
·         De- Rosari
·         Paeira.

Klen atas dasar garis keturunan ibu (matrilineal) antara lain terdapat pada masyarakat Minangkabau, Klennya disebut suku yang merupakan gabungan dari kampuang-kampuang.
Nama-nama klen di Minangkabau antara lain :
-. Koto                         -. Melayu
-. Piliang                    -. Solo
-. Chaniago               -. Dalimo
-. Sikumbang                        -. Kampai, dsb
Masyarakat di Flores, yaitu suku Ngada juga menggunakan sistem Matrilineal

4. Diferensiasi Agama 
 Diferensiasi agama adalah pengelompokan masyarakat berdasarkanagama/kepercayaannya.
5. Diferensiasi Profesi (pekerjaan)
Diferensiasi profesi adalah pengelompokan masyarakat atas dasar jenis pekerjaan atauprofesinya. Profesi biasanya berkaitan dengan keterampilan khusus. Misal profesi gurumemerlukan keterampilan khusus, seperti: pandai berbicara, bisa membimbing, sabar dansebagainya.Berdasarkan perbedaan profesi orang dimasyarakat berprofesi: guru, dokter, pedagang,buruh, pegawai negri, tentara dan sebagainya.
6. Diferensiasi Jenis Kelamin
Jenis kelamin merupakan kategori dalam masyarakat yang didasarkan pada perbedaanseks atau jenis kelamin (perbedaan biologis). Perbedaan biologis ini dapat kita lihat daristruktur organ reproduksi, bentuk tubuh, suara, dan sebagainya. Atas dasar itu maka adakelompok laki-laki/pria dan kelompok wanita/perempuan.
7. Diferensiasi Asal Daerah
Diferensiasi ini merupakan pengelompokan manusia berdasarkan asal daerah atau tempattinggalnya.
8. Diferensiasi Partai
Diferensiasi partai adalah perbedaan masyarakat dalam kegiatannya mengatur kekuasaannegara, yang berupa kesatuan-kesatuan social, seazas, seideologi dan sealiran.



2.2         STRATIFIKASI SOSIAL
Stratifikasi sosial merupakan suatu konsep dalam sosiologi yang melihat bagaimana anggota masyarakat dibedakan berdasarkan status yang dimilikinya.. Stratifikasi berasal dari kata stratum yang berarti strata atau lapisan dalam bentuk jamak.
Pitirin A. Sorokin mendefinisikan stratifikasi sebagai pembedaan penduduk atauanggota masyarakat ke dalam kelas-kelas secara hierarkis.
Sedangkan menurut Bruce J. Cohen sistem stratifikasi akan menempatkan setiapindividu pada kelas sosial yang sesuai berdasarkan kualitas yang dimiliki.
Max Weber mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yangtermasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarki menurutdimensi kekuasaan, previllege dan prestise.
Cuber mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai suatu pola yang ditempatkan di ataskategori dari hak-hak yang berbedaBerarti, stratifikasi social merupakan pembedaan penduduk dalam kelas-kelas secarabertingkat.
   Stratifikasi dapat terjadi dengan sendirinya sebagai bagian dari proses pertumbuhanmasyarakat, juga dapat dibentuk untuk tercapainya tujuan bersama. Faktor yangmenyebabkan stratifikasi sosial dapat tumbuh dengan sendirinya adalah kepandaian, usia,sistem kekerabatan, dan harta dalam batas-batas tertentu.

Dimensi Stratifikasi Sosial 
Untuk menjelaskan stratifikasi sosial ada tiga dimensi yang dapat dipergunakan yaitu :privilege, prestise, dan power. Ketiga dimensi ini dapat dipergunakan sendiri-sendiri,namun juga dapat digunakan secara bersama.
Karl Marx menggunakan satu dimensi, yaitu privilege atau ekonomi untuk membagimasyarakat industri menjadi dua kelas, yaitu :
·         Kelas Borjuis
·         Proletar.

Sedangkan MaxWeber, Peter Berger, Jeffries dan Ransford mempergunakan ketiga dimensi tersebut. Daripenggunaan ketiga dimensi tersebut Max Weber memperkenalkan konsep :
·         Kelas
·         kelompok status
·         partai
Bentuk stratifikasi dapat dibedakan menjadi bentuk lapisan bersusun yang diantaranya dapat berbentuk piramida, piramida terbalik, dan intan. Selain lapisan bersusun bentuk stratifikasi dapat juga diperlihatkan dalam bentuk melingkar. Bentuk stratifikasi melingkar ini terutama berkaitan dengan dimensi kekuasaan.
Pengelompokan secara vertikal berdasarkan posisi, status, kelebihan yang dimiliki, sesuatu yang dihargai.Distribusi hak dan wewenang, berdasarkan kriteria ekonomi, pendidikan, kekuasaan, dan kehormatan.
Ukuran yang biasa digunakan untuk menggolongkan penduduk dalam lapisan-lapisantertentu yaitu:
a.    Ukuran kekayaan (kaya miskin, tuan tanah penyewa, )
b.    Ukuran kekuasaan (penguasa/ dikuasai) penguasa punya wewenang lebih tinggi
c.    Ukuran kehormatan (berpengarug / terpengaruh) ukuran ini ada di masyarakattradisional(pemimpin informal)
d.     ukuran ilmu pengetahuan (golongan cendekiawan/ rakyat awam) Tiga sifat Stratifikasi Sosial  Menurut Soerjono Soekanto, dilihat dari sifatnya pelapisan sosial dibedakan menjadi sistem pelapisan sosial tertutup, sistem pelapisan sosial terbuka, dan sistem pelapisan sosial campuran.
·         Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social Stratification)Stratifikasi ini adalah stratifikasi dimana anggota dari setiap strata sulit mengadakanmobilitas vertikal. Walaupun ada mobilitas tetapi sangat terbatas pada mobilitashorisontal saja. Contoh:
-
Sistem kasta.Kaum Sudra tidak bisa pindah posisi naik di lapisan Brahmana.
-
Rasialis.Kulit hitam (negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan diposisi kulit putih.
-
Feodal.Kaum buruh tidak bisa pindah ke posisi juragan/majikan
·         Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened Social Stratification)   Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota stratadapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal. Contoh:
-
Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya, atau  sebaliknya.
-
Seorang yang tidak/kurang pendidikan akan dapat memperoleh pendidikan asal adaniat dan usaha.

·         Stratifikasi Sosial Campuran
Stratifikasi sosial campuran merupakan kombinasi antara stratifikasi tertutupdan terbuka. Misalnya, seorang Bali berkasta Brahmana mempunyai kedudukanterhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperolehkedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.







BAB III
PENUTUP
3.1          KESIMPULAN
Berdasarkan uraian diatas dalam tulisan ini dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut:
1.    stratifikasi sosial adalah pembedaan warga masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat( bawah, tengah, atas ).
maksudnya : diwarga masyarakat terdapat perbedaan kepemilikan ukuran pelapisan sosial.Warga masyarakat yang kaya maka ditempatkan di stata paling atas.
2.    diferensiasi sosial : pembedaan/pengelompokan warga masyarakat ke dalam kelompok-kelompok sosial secara sejajar/horizontal.
maksudnya : di masyarakat terdapat warga, bila dikelompokkan sesuai dengan identitas kelompoknya akan terlihat adanya perbedaan ciri kelompoknya, Antarkelompok satu dengan yang lain tidak ada perbedaan tinggi rendahnya stratanya.
misal: kelompok yang didasarkan agama , ada kelompok agama Islam, Nasrani , Hindu dll.





DAFTAR PUSTAKA

Hertati, dkk.(2010). Materi Pokok Ilmu Sosial Budaya Dasar. Universitas  Terbuka
Sihotang, amri P, (2008) Ilmu Sosial Budaya Dasar ( ISBD). Semarang : Semarang University
http://nilaieka.blogspot.sg/2009/09/perbedaan-stratifikasi-sosial-dan.html