MAKALAH
ILMU
SOSIAL BUDAYA DASAR
TENTANG
STRATIFIKASI SOSIAL DAN DIFERENSIASI
SOSIAL
DOSEN
PENGAMPU :
Ust.
Yusdi Andra.Mpd
DISUSUN
OLEH KELOMPOK:
Wahyu
Dian Pramana
Khabib
Soleh
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM AHSANTA JAMBI
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2014
KATA PENGANTAR
Bismillahirohmanirrohim
Assalamualaikum warohmatullohi
wabarokatuh
Puji syukur kita panjatkan kehairat Allah
yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hiayahNya, sehingga makalah
Ilmu sosial dan budaya dasar ini dapat tersusun dengan baik, Makalah ini dibuat
sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial dan
Budaya Dasar (ISBD). Kami sampaikan terimakasih kepada dosen dan semua pihak
yang senantiasa membantu demi kelancran makalah ini . kami menyadari bahwa
makalah ini sangat sederhana dan belum sempurna . oleh karena itu kritik dan
saran dari pihak manapun senantiasa akan kami terima untuk menjadikan makalah ini sesuai dengan
harapan. semoga makalah ini mendapat perhatian dan bermanfaat bagi mahasiswa
dan pembaca pada umumnya.
Wassalamualaikum Warohmatullohi
Wabaroktuh.
Jambi, 09 November 2014
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan sosial kita sering mendapati berbagai
masalah yang berhubungan dengan perkembangan individual, keluarga dan
masyarakat, misalnya walaupun di Bali dewasa ini kasta-kasta tersebut
keadaannya berbeda dengan keadaan dua puluh tahun yang lalu, dengan keadan
dewasa ini. Nilai-nilai masyarakat tertentu sepuluh tahu yang alu, berbeda dengan
nilai-nilai yang ada sekarang atau contoh lainnya dari segi tempat tinggal
suatu masyarakat. Walaupun sama-sama dinamakan orang Indonesia namun masyarakat
Batak yang tinggal
di Sumatera Utara berbeda dengan
masyarakat Minang yang tinggal Sumatera Barat.
Adapun
contoh-contoh diatas adalah merupakan sebagian kecil dari masalah yang kita
temui dalam kehidupan sosial. Sesungguhnya kita harus bisa mengembangkan sikap
dan prilaku sesorang menjadi kritis dalam menghadapi perbedaan serta beragam
aspek masalah yang timbul didalam masyarakat.
1.2
Rumusan Masalah
a. Apakah perbedaan antara diferensi sosial
dan statifikasi sosial ?
b. Apa saja contoh diferensi sosial?
c. Apa saja contoh statifikasi sosial ?
1.3
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan kami menuliskan makalah ini yang pertama adalah untuk memenuhi tugas kami dalam mata
kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD), yang kedua untuk menambah pengetahuan
kepada kita tentang Diferensiasi Sosial dan Stratifikasi Sosial
BAB II
PEMBAHASAN
Diferensiasi Sosial
dan Stratifikasi Sosial.
2.1
DIFERENSIASI SOSIAL
Diferensiasi adalah klasifikasi terhadap
perbedaan-perbedaan yang biasanya sama.Pengertian sama disini menunjukkan pada
penggolongan atau klasifikasi masyarakat secara horisontal, mendatar, atau
sejajar. Asumsinya adalah tidak ada golongan daripembagian tersebut yang lebih
tinggi daripada golongan lainnya..Pengelompokanhorisontal yang didasarkan pada
perbedaan ras, etnis (sukubangsa), klan dan agamadisebut kemajemukan sosial,
sedangkan pengelompokan berasarkan perbedaan profesidan jenis kelamin disebut
heterogenitas social
Pada intinya hal-hal yang terdapat
dalam diferensiasi itu tidak terdapat tingkatan-tingkatan, namun yang
membedakan satu individu dengan individu yang lainnya adalahsesuatu yang
biasanya telah ia bawa sejak lahir. contohnya saja, suku sunda dan sukubatak
memiliki kelebihan masing-masing. jadi seseorang tidak bisa menganggap
sukubangsanya lebih baik, karena itu akan menimbulkan etnosentrisme dalam masyarakat.diferensiasi
merupakan perbedaan yang dapat kita lihat dan kita rasakan dalammasyarakat,
bukan untuk menjadikan kita berbeda tingkat sosialnya seperti yang terjadidi
Afrika Selatan.
Untuk lebih jelasnya perhatikan skema di
bawah ini :Diferensiasi sosial ditandai dengan adanya perbedaan berdasarkan
ciri-ciri sebagaiberikut:
a. Ciri Fisik Diferensiasi ini
terjadi karena perbedaan ciri-ciri tertentu.Misalnya : warna kulit, bentuk
mata, rambut, hidung, muka, dsb.
b. Ciri Sosial Diferensiasi
sosial ini muncul karena perbedaan pekerjaan yang menimbulkan carapandang dan
pola perilaku dalam masyarakat berbeda. Termasuk didalam kategori iniadalah
perbedaan peranan, prestise dan kekuasaan.Contohnya : pola perilaku seorang
perawat akan berbeda dengan seorang karyawankantor.
c. Ciri Budaya Diferensiasi
budaya berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakatmenyangkut
nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi atau kepercayaan,
sistemkekeluargaan, keuletan dan ketangguhan (etos). Hasil dari nilai-nilai
yang dianut suatumasyarakat dapat kita lihat dari bahasa,kesenian, arsitektur,
pakaian adat, agama, dsb.
Pengelompokan masyarakat membentuk
delapan criteria diferensiasi social, antara lain:
1.DiferensiasiRas
Ras adalah suatu kelompok manusia yang memiliki cirri-ciri fisik bawaan yang sama.Diperensiasi ras adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan ciri-ciri fisiknya.
Ras adalah suatu kelompok manusia yang memiliki cirri-ciri fisik bawaan yang sama.Diperensiasi ras adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan ciri-ciri fisiknya.
2. Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis)
Apa yang dimaksud dengan suku bangsa atau etnis itu ? Menurut Hassan Shadily MA, suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis. Diferensiasi suku bangsa merupakan penggologan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang sama, seperti ras. Namun suku bangsa memiliki ciri-ciri paling mendasar yang lain, yaitu adanya kesamaan budaya. Suku bangsa memiliki kesamaan berikut :
Apa yang dimaksud dengan suku bangsa atau etnis itu ? Menurut Hassan Shadily MA, suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis. Diferensiasi suku bangsa merupakan penggologan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang sama, seperti ras. Namun suku bangsa memiliki ciri-ciri paling mendasar yang lain, yaitu adanya kesamaan budaya. Suku bangsa memiliki kesamaan berikut :
·
Ciri fisik
·
Bahasa daerah
·
Kesenian
·
Adat istiadat
Suku bangsa yang ada di
Indonesia antara lain :
|
-
|
di Pulau Sumatera
|
:
|
Aceh, Batak,
Minangkabau, Bengkulu, Jambi, Palembang, Melayu, dsb
|
|
-
|
di Pulau Jawa
|
:
|
Sunda, Jawa, Tengger,
dsb
|
|
-
|
di Pulau Kalimantan
|
:
|
Dayak, Banjar, dsb
|
|
-
|
di Pulau Sulawesi
|
:
|
Bugis, Makasar,
Toraja, Minahasa, Toli-toli, Bolaang-Mangondow, Gorontalo,dsb
|
|
-
|
di Kep. Nusa Tenggara
|
:
|
Bali, Bima, Lombok,
Flores, Timor, Rote, dsb
|
|
-
|
di Kep. Maluku dan Irian
|
:
|
Ternate, Tidore, Dani, Asmat, dsb
|
Bagaimana dengan Anda ?
Termasuk suku bangsa yang mana ? Apapun suku bangsa Anda tidak masalah. Yang
penting kita semua adalah warga negara Indonesia yang baik. Perbedaan kita
hanya perbedaan fisik semata, masih ingat bahwa perbedaan itu indah ?
3.
Diferensiasi Klen (Clan) Klen / kerabat luas / keluarga besar.
Klen
merupakan kesatuan keturunan (genealogis),kesatuan kepercayaan (religiomagis)
dan kesatuan adapt (tradisi). Klen adalah systemsocial berdasarkan ikatan darah
atau keturunan yang sama umumnya terjadi dimasyarakat unilateral baik melalui
garis ayah (patrilineal) atau ibu (matrilineal).
Klen (Clan) sering juga disebut kerabat
luas atau keluarga besar. Klen merupakan kesatuan keturunan
(genealogis), kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adat (tradisi).
Klen adalah sistem sosial yang berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang
sama umumnya terjadi pada masyarakat unilateral baik melalui garis ayah
(patrilineal) maupun garis ibu (matrilineal).
Klen atas dasar garis keturunan ayah
(patrilineal) antara lain
terdapat pada:
a) Masyarakat Batak (dengan sebutan Marga)
antara lain :
·
Marga Batak Karo : Ginting,
Sembiring, Singarimbun, Barus,
Tambun, Paranginangin;
·
Marga Batak Toba: Nababan, Simatupang, Panggabean;
·
Marga Batak Mandailing: Harahap, Rangkuti, Nasution,
Batubara,Daulay.
b) Masyarakat Minahasa (klennya disebut Fam)
antara lain :
·
Mandagi
·
Lasut
·
Tombokan
·
Pangkarego
·
Paat
·
Supit.
c) Masyarakat Ambon (klennya disebut Fam) antara
lain :
·
Pattinasarani
·
Latuconsina
·
Lotul
·
Manuhutu
·
Goeslaw
d) Masyarakat Flores (klennya disebut Fam)
antara lain :
·
Fernandes
·
Wangge
·
Da Costa
·
Leimena
·
Kleden
·
De- Rosari
·
Paeira.
Klen atas dasar garis keturunan ibu (matrilineal) antara lain
terdapat pada masyarakat Minangkabau, Klennya disebut suku yang merupakan gabungan
dari kampuang-kampuang.
Nama-nama klen di Minangkabau antara lain :
-. Koto -. Melayu
-. Piliang -. Solo
-. Chaniago -. Dalimo
-. Sikumbang -. Kampai, dsb
Masyarakat di
Flores, yaitu suku Ngada juga menggunakan sistem Matrilineal
4. Diferensiasi Agama
Diferensiasi agama adalah
pengelompokan masyarakat berdasarkanagama/kepercayaannya.
5. Diferensiasi Profesi (pekerjaan)
Diferensiasi profesi adalah pengelompokan
masyarakat atas dasar jenis pekerjaan atauprofesinya. Profesi biasanya
berkaitan dengan keterampilan khusus. Misal profesi gurumemerlukan keterampilan
khusus, seperti: pandai berbicara, bisa membimbing, sabar
dansebagainya.Berdasarkan perbedaan profesi orang dimasyarakat berprofesi:
guru, dokter, pedagang,buruh, pegawai negri, tentara dan sebagainya.
6. Diferensiasi Jenis Kelamin
Jenis kelamin merupakan kategori dalam
masyarakat yang didasarkan pada perbedaanseks atau jenis kelamin (perbedaan
biologis). Perbedaan biologis ini dapat kita lihat daristruktur organ
reproduksi, bentuk tubuh, suara, dan sebagainya. Atas dasar itu maka
adakelompok laki-laki/pria dan kelompok wanita/perempuan.
7. Diferensiasi Asal Daerah
Diferensiasi ini merupakan pengelompokan
manusia berdasarkan asal daerah atau tempattinggalnya.
8. Diferensiasi Partai
Diferensiasi partai adalah perbedaan
masyarakat dalam kegiatannya mengatur kekuasaannegara, yang berupa
kesatuan-kesatuan social, seazas, seideologi dan sealiran.
2.2
STRATIFIKASI SOSIAL
Stratifikasi sosial merupakan suatu
konsep dalam sosiologi yang melihat bagaimana anggota masyarakat dibedakan
berdasarkan status yang dimilikinya.. Stratifikasi berasal dari kata stratum
yang berarti strata atau lapisan dalam bentuk jamak.
Pitirin A. Sorokin mendefinisikan
stratifikasi sebagai pembedaan penduduk atauanggota masyarakat ke dalam
kelas-kelas secara hierarkis.
Sedangkan menurut Bruce J. Cohen sistem stratifikasi akan menempatkan setiapindividu pada kelas sosial yang sesuai berdasarkan kualitas yang dimiliki.
Sedangkan menurut Bruce J. Cohen sistem stratifikasi akan menempatkan setiapindividu pada kelas sosial yang sesuai berdasarkan kualitas yang dimiliki.
Max Weber mendefinisikan stratifikasi
sosial sebagai penggolongan orang-orang yangtermasuk dalam suatu sistem sosial
tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarki menurutdimensi kekuasaan, previllege
dan prestise.
Cuber mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai
suatu pola yang ditempatkan di ataskategori dari hak-hak yang berbedaBerarti,
stratifikasi social merupakan pembedaan penduduk dalam kelas-kelas
secarabertingkat.
Stratifikasi dapat terjadi
dengan sendirinya sebagai bagian dari proses pertumbuhanmasyarakat, juga dapat
dibentuk untuk tercapainya tujuan bersama. Faktor yangmenyebabkan stratifikasi
sosial dapat tumbuh dengan sendirinya adalah kepandaian, usia,sistem
kekerabatan, dan harta dalam batas-batas tertentu.
Dimensi
Stratifikasi Sosial
Untuk menjelaskan stratifikasi sosial ada
tiga dimensi yang dapat dipergunakan yaitu :privilege, prestise, dan power.
Ketiga dimensi ini dapat dipergunakan sendiri-sendiri,namun juga dapat digunakan
secara bersama.
Karl Marx menggunakan satu dimensi, yaitu
privilege atau ekonomi untuk membagimasyarakat industri menjadi dua kelas,
yaitu :
·
Kelas Borjuis
·
Proletar.
Sedangkan MaxWeber, Peter Berger,
Jeffries dan Ransford mempergunakan ketiga dimensi tersebut. Daripenggunaan
ketiga dimensi tersebut Max Weber memperkenalkan konsep :
·
Kelas
·
kelompok status
·
partai
Bentuk stratifikasi dapat dibedakan
menjadi bentuk lapisan bersusun yang diantaranya dapat berbentuk piramida,
piramida terbalik, dan intan. Selain lapisan bersusun bentuk stratifikasi dapat
juga diperlihatkan dalam bentuk melingkar. Bentuk stratifikasi melingkar ini
terutama berkaitan dengan dimensi kekuasaan.
Pengelompokan secara vertikal berdasarkan
posisi, status, kelebihan yang dimiliki, sesuatu yang dihargai.Distribusi hak
dan wewenang, berdasarkan kriteria ekonomi, pendidikan, kekuasaan, dan
kehormatan.
Ukuran yang biasa digunakan untuk
menggolongkan penduduk dalam lapisan-lapisantertentu yaitu:
a. Ukuran kekayaan (kaya miskin, tuan tanah
penyewa, )
b. Ukuran kekuasaan (penguasa/ dikuasai)
penguasa punya wewenang lebih tinggi
c. Ukuran kehormatan (berpengarug /
terpengaruh) ukuran ini ada di masyarakattradisional(pemimpin informal)
d.
ukuran
ilmu pengetahuan (golongan cendekiawan/ rakyat awam) Tiga sifat Stratifikasi
Sosial Menurut Soerjono Soekanto, dilihat dari sifatnya pelapisan
sosial dibedakan menjadi sistem pelapisan sosial tertutup, sistem pelapisan
sosial terbuka, dan sistem pelapisan sosial campuran.
·
Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social
Stratification)Stratifikasi ini adalah stratifikasi dimana anggota dari setiap
strata sulit mengadakanmobilitas vertikal. Walaupun ada mobilitas tetapi sangat
terbatas pada mobilitashorisontal saja. Contoh:
|
-
|
Sistem kasta.Kaum Sudra
tidak bisa pindah posisi naik di lapisan Brahmana.
|
|
-
|
Rasialis.Kulit hitam (negro) yang dianggap di posisi
rendah tidak bisa pindah kedudukan diposisi kulit putih.
|
|
-
|
Feodal.Kaum buruh tidak bisa pindah ke posisi juragan/majikan
|
·
Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened Social
Stratification) Stratifikasi ini bersifat dinamis karena
mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota stratadapat bebas melakukan mobilitas
sosial, baik vertikal maupun horisontal. Contoh:
|
-
|
Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya, atau sebaliknya.
|
|
-
|
Seorang yang tidak/kurang pendidikan akan dapat memperoleh
pendidikan asal adaniat dan usaha.
|
·
Stratifikasi Sosial Campuran
Stratifikasi sosial campuran merupakan
kombinasi antara stratifikasi tertutupdan terbuka. Misalnya, seorang Bali
berkasta Brahmana mempunyai kedudukanterhormat di Bali, namun apabila ia pindah
ke Jakarta menjadi buruh, ia memperolehkedudukan rendah. Maka, ia harus
menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian diatas dalam tulisan ini dapat
di tarik kesimpulan sebagai berikut:
1. stratifikasi sosial adalah pembedaan warga
masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat( bawah, tengah, atas
).
maksudnya : diwarga masyarakat terdapat perbedaan kepemilikan ukuran pelapisan sosial.Warga masyarakat yang kaya maka ditempatkan di stata paling atas.
maksudnya : diwarga masyarakat terdapat perbedaan kepemilikan ukuran pelapisan sosial.Warga masyarakat yang kaya maka ditempatkan di stata paling atas.
2. diferensiasi sosial : pembedaan/pengelompokan
warga masyarakat ke dalam kelompok-kelompok sosial secara sejajar/horizontal.
maksudnya : di masyarakat terdapat warga, bila dikelompokkan sesuai dengan identitas kelompoknya akan terlihat adanya perbedaan ciri kelompoknya, Antarkelompok satu dengan yang lain tidak ada perbedaan tinggi rendahnya stratanya.
misal: kelompok yang didasarkan agama , ada kelompok agama Islam, Nasrani , Hindu dll.
maksudnya : di masyarakat terdapat warga, bila dikelompokkan sesuai dengan identitas kelompoknya akan terlihat adanya perbedaan ciri kelompoknya, Antarkelompok satu dengan yang lain tidak ada perbedaan tinggi rendahnya stratanya.
misal: kelompok yang didasarkan agama , ada kelompok agama Islam, Nasrani , Hindu dll.
DAFTAR PUSTAKA
Hertati,
dkk.(2010). Materi Pokok Ilmu Sosial
Budaya Dasar. Universitas Terbuka
Sihotang, amri P, (2008) Ilmu Sosial Budaya Dasar
( ISBD). Semarang : Semarang University
http://nilaieka.blogspot.sg/2009/09/perbedaan-stratifikasi-sosial-dan.html